Berkat kebaikan salah seorang anggota tim, yang juga merupakan donatur tunggal turnamen futsal dpc, tim hore melakukan invasi ke jawa timur, dengan menggabungkan kekuatan udara dan kekuatan darat. Tim mendarat di surabaya. Tanpa perlawanan yang berarti, kota surabaya menyatakan menyerah. Tim pun mendirikan perkemahan di dekat tempat pendaratan. Malamnya, dengan dilengkapi meriam bermerk canon, sony, dan penyangga tripod, tim bergerak menuju sidoarjo, probolinggo dan pasuruan. Ketiga kota inipun, akhirnya menyatakan menyerah. Menjelang tengah malam, gerak laju tim terhambat di kawasan tengger. Setelah sedikit melakukan perlawanan, masyarakat tengger yang masih menganut agama hindu pun menyerah, dan tim menyita panser mereka, untuk menjelajahi kawasan pegunungan tengger. Besoknya, tim bergerak ke kota malang. Tim sempat mampir sebentar ke sebuah tempat yang bernama madakaripura, dan meninjau air terjunnya yang indah. Kota malang menyerah, tanpa perlawanan yang berarti. Karena tidak mendapatkan lokasi yang strategis untuk mendirikan kemah, tim kembali ke surabaya. Besoknya, tim meninjau danau lumpur di daerah porong. Puncaknya, tim melintasi jembatan suramadu menuju madura. Setelah dihujani dengan tembakan meriam canon dan sony, rakyat madura yang hanya bersenjatakan celurit pun akhirnya menyatakan menyerah.
Karena sumber daya alamnya yang kurang mendukung, masyarakat madura, banyak yang menjadi perantau. Di kawasan mekah dan madinah, banyak dijumpai perantau asal madura, dan bahkan, banyak yang menjadi ulama besar di sana. Kemungkinan besar, seluruh orang madura adalah penganut agama Islam. Beberapa grup lawak, diantaranya srimulat, memanfaatkan dengan baik karakteristik subkultur madura, untuk mendulang gelak tawa, melalui tokoh lawaknya yang bernama kadir. Salah seorang anggota tim hore, yang mengenal dengan baik wilayah jawa timur, menginformasikan bahwa di madura, ada wilayah dimana masyarakatnya memiliki kemiripan kultur, dengan kultur yang dimiliki oleh masyarakat di wilayah solo. Para perantau yang berasal dari wilayah yang dikenal dengan sebutan karesidenan surakarta, selain kotamadya solo, yang meliputi beberapa kabupaten, diantaranya, karanganyar, sragen, klaten, wonogiri, sukoharjo, dan boyolali, ketika mendapat pertanyaan, darimana asalnya, sah-sah saja bila mereka menjawab bahwa mereka berasal dari solo, daripada susah-susah menjelaskan kepada si penanya daerah asal sebenarnya. Karena kesamaan kultur, wilayah karesidenan surakarta sering disebut sebagai solo. Lain halnya bila si penanya ternyata mengenal kota solo, maka biasanya si penanya akan melanjutkan pertanyaannya, solonya di sebelah mana. Bagaimana menjelaskan hubungan antara madura dengan solo. Raja-raja di eropa, memiliki hubungan kekerabatan satu sama lain. Bahkan, tsar rusia, masih memiliki hubungan darah dengan raja-raja inggris. Demikian juga dengan masa pemerintahan mataram Islam, dimana para bupati yang menjabat di wilayah kekuasaannya, masih memiliki hubungan kekerabatan dengan raja-raja mataram, termasuk bupati madura, adipati tjokroningrat. Kemungkinan, keluarga para pejabat madura inilah yang merintis terbentuknya sebuah komunitas di madura, dengan ciri-ciri kultural yang mirip dengan kultur masyarakat yang tinggal di wilayah solo. Kekuasaan mataram Islam, juga meninggalkan bekas di jakarta, diantaranya di kawasan matraman atau di kawasan pos pengumben, yang merupakan tempat untuk memberi minum (ngombe) kuda-kuda prajurit Islam, bagian dari kavaleri mataram, saat bertempur dengan kolonial belanda di batavia. Persenjataan waktu itu, bukan hanya keris dan tombak, tetapi juga bubuk mesiu dengan meriam-meriamnya yang besar. Ingat, masa tersebut berbarengan dengan dominasi kekhalifahan turki utsmani, yang kekuatan militernya begitu ditakuti tentara salib, sehingga dijuluki oleh barat dengan sebutan, gun powder imperium. Mataram Islam menarik mundur pasukannya, bukan karena kedigdayaan kumpeni belanda, melainkan karena wabah penyakit kolera yang mengganas. Mataram Islam, juga memiliki pengaruh hingga ke luar jawa. Sebagaimana militer inggris dengan divisi gurkhanya yang terkenal, atau militer perancis dengan legiun asingnya, kekuatan militer mataram Islam juga dilengkapi dengan divisi bugis makasar, yang pernah diterjunkan untuk mengatasi pemberontakan madura. Pengusaha setiawan jodi dari solo, memiliki keturunan bugis, dari mbahnya yang dahulu mendirikan sarekat dagang Islam di laweyan solo.
Meskipun panggilan arek atau cak seringkali dilekatkan kepada masyarakat jawa timur, namun sesungguhnya, masyarakat jawa di bagian timur, didominasi oleh subkultur mataram. Masyarakat di wilayah tuban atau di wilayah kediri, mampu berbahasa jawa halus, kromo inggil, yang sama baiknya dengan masyarakat di wilayah solo atau yogya. Sulit untuk membedakan antara kultur masyarakat di wilayah madiun atau di wilayah pacitan, dengan kultur masyarakat di wilayah solo atau yogya. Kalau toh ada bedanya, maka, perbedaan tersebut adalah perbedaan yang halus, nuansa. Pada umumnya, subkultur mataram memiliki tingkat pendidikan yang lebih baik, dibandingkan dengan subkultur lainnya, misalnya, subkultur arek, subkultur osing, ataupun subkultur madura. Subkultur arek, hanya ada di wilayah surabaya, malang, dan sekitarnya. Sebagaimana ciri dari kota-kota besar lainnya, tempat tersebut akhirnya menjadi tempat percampuran, melting pot, bagi semua subkultur yang ada.
Masyarakat dengan subkultur arek, subkultur madura, maupun subkultur osing, lebih menganut paternalistik, apa kata kyai NU. Sedangkan masyarakat dengan subkultur mataram, mengingat latar belakang pendidikannya yang lebih maju, lebih bersifat independen, tidak banyak dipengaruhi oleh paternalistik. Menimbang bahwa populasi penduduk di jawa tengah dan jawa timur yang didominasi oleh masyarakat dengan subkultur mataram, maka, untuk memenangkan suara di dua provinsi tersebut, partai da’wah harus bisa merebut hati kelompok masyarakat ini.
Setelah ditaklukan oleh jenderal Saad Bin Abi Waqqash di masa pemerintahan khalifah Umar Bin Khattab, masyarakat persia tidak serta merta memeluk agama Islam. Mereka baru memeluk Islam, dua atau tiga abad setelah penaklukan. Di alam bawah sadar mereka, masih terpelihara anggapan bahwa, kebudayaan atau peradaban persia, jauh lebih unggul dibanding dengan Islam. Tidak ada khalifah yang paling dibenci oleh kaum syiah di iran, kecuali khalifah Umar Bin Khattab, khalifah yang menaklukan persia. Sebagaimana di iran, yang masyarakatnya masih memiliki kerinduan akan kejayaan masa lalu, kejayaan persia sebagai sebuah negara berperadaban tinggi, masyarakat dengan subkultur mataram ini, bisa jadi, masih menganggap budaya jawa yang mendapat pengaruh dari agama hindu, sebagai budaya yang lebih baik dibanding Islam. Ngono yo ngono, ning ojo ngono. Islam ya Islam, tapi mbok yo jangan fanatik gitu lho. Kompromi-kompromi diperlukan, agar Islam dipersepsikan sebagai agama yang mudah dan menyenangkan. Islam yang dipersepsikan sebagai agama yang mudah dan menyenangkan, akan lebih diterima oleh masyarakat. Hal ini sejalan dengan pesan Rasulullah SAW kepada para duta Islam, menjelang mereka berangkat ke wilayah-wilayah da’wah, mudahkanlah jangan mempersulit.
Bila Islam yang diusung PKS dipersepsikan oleh masyarakat dengan subkultur mataram, sebagai Islam garis keras, mereka tidak akan memilihnya. Wilayah karesidenan surakarta, yang banyak menyumbang aktivis gerakan Islam, apa yang disebut oleh densus 88 sebagai, teroris, ternyata sebagian besar penduduknya lebih memilih partai-partai berideologi nasionalis, bukan partai Islam. Meskipun sarekat dagang Islam didirikan di solo, tetapi PDIP masih tetap merupakan partai yang terkuat. Meskipun Dr Hidayat Nur Wahid, Dr Salim Segaf Al Jufri, Ust Mutammimul Ula, maupun tokoh-tokoh Islam lainnya, seperti Amin Rais, Haidar Baqir, berasal dari wilayah sana, namun, walikota solo yang dua kali terpilih, tetap berasal dari partai nasionalis, PDIP. Meskipun ponpes ngruki menjadi sedemikian terkenal, namun, selain Bali, kota Solo adalah tempat yang nyaman bagi Megawati, untuk melaksanakan acara-acara kepartaian yang berskala nasional. Semoga, setelah Munas, PKS akan lebih dipersepsikan oleh masyarakat sebagai partai tengah dan partai terbuka, sehingga, mampu memenangkan suara di jawa tengah dan jawa timur.
No comments:
Post a Comment