Berapakah tambahan uang yang dibelanjakan oleh keluarga muslim, selama bulan romadlon. Beberapa jenis makanan yang tidak pernah muncul di hari-hari biasa, muncul di bulan romadlon, salah satunya, si bulat kuning bermerk timun suri. Bisnis kendaraan bermotor, entah persewaan maupun jual beli, menangguk untung besar di bulan mulia ini. Harian kompas memperkirakan, jumlah orang yang akan melaksanakan mudik lebaran, sekitar 15,5 juta jiwa. Apabila setiap pemudik membelanjakan uang sebesar Rp1 juta, akan ada aliran uang sebesar Rp15,5 triliun. Sebagai pembanding, anggaran pertahanan Indonesia hanya sekitar Rp42 triliun pertahun, dari 1000 triliun APBN. Pantas saja, bila negara malaysia berani menggoda TNI kita. Siapakah yang paling menikmati tambahan konsumsi rumah tangga keluarga muslim. Jangan-jangan, sebagian besar penikmatnya bukan ummat Islam. Rasulullah pernah memberitakan bahwa nanti, ummat Islam akan seperti hidangan yang diperebutkan dengan rakus oleh para musuhnya, bukan karena jumlahnya yang sedikit, melainkan karena jumlahnya banyak, tetapi tidak berkualitas. Masyarakat Islam perlu ditarbiyah bahwa, dalam rangka meningkatkan kualitas ummat, sekiranya tidak terlalu mendesak, anggaran untuk pulang kampung, terutama mudik dengan mengendarai sepeda motor, bisa dialihkan untuk meningkatkan kualitas anggota keluarga. Dalam rangka memperbaiki kualitas ilmu pengetahuan, anggaran pulang kampung bisa dialihkan untuk membeli buku atau mengikutkan si kecil les tambahan. Dalam rangka memperbaiki kualitas ekonomi, anggaran pulang kampung bisa dialihkan untuk mendirikan usaha yang padat karya. Jika 15 juta calon pemudik membatalkan mudiknya, dan membelanjakan satu juta rupiah uangnya untuk mendirikan usaha, misalnya, kios pulsa atau warung indomie rebus, yang setiap gerai bisa menyerap dua orang tenaga kerja, maka akan ada 30 juta orang pengangguran yang memiliki pekerjaan.
Persyaratan kualitas ini menjelaskan, betapa banyak kaum yang jumlahnya sedikit, mampu mengalahkan kaum yang jumlahnya lebih banyak, dengan izin Alloh SWT. Terdapat beberapa komunitas di dunia ini, yang meskipun jumlahnya kecil atau sedikit, mereka mampu mengendalikan yang besar, karena mereka lebih berkualitas. Masyarakat perantau keturunan tionghoa yang jumlahnya hanya kurang lebih 5% dari jumlah penduduk dunia, mampu mengendalikan 80% peredaran uang di planet bumi, karena mereka lebih berkualitas dibidang ekonomi. Kaum yahudi di amerika serikat, yang populasinya sedikit, tetapi sangat efektif dalam mengendalikan jalannya pemerintahan, tanpa mereka harus menjadi pemimpin negara. Negara-negara kecil, seperti singapura, taiwan, dan israel, memiliki system pertahanan yang hebat, yakni, system pertahanan semesta, total defense. Sistem pertahanan ini memaksa militernya untuk selalu siaga penuh 24 jam, di setiap sudut negara yang tidak seberapa luas. Negara singapura, juga menerapkan kebijakan pertahanan udang beracun. Meskipun udangnya kecil, tapi jangan dimakan, karena beracun, artinya, negara-negara besar disekitar singapura tidak akan berfikir untuk mencaplok singapura, karena akan menimbulkan kemudharatan yang besar di negara mereka sendiri, misalnya, menimbulkan keguncangan ekonomi.
Demikian juga dengan kaum yang menjadi motor penyebaran agama Islam, bukanlah kaum yang populasinya mayoritas. Setelah menyerahkan tongkat estafet da’wah kepada suku quraisy, dengan cara mengislamkan mereka pada peristiwa penaklukan kota Mekah, Rasulullah SAW pun wafat, sekitar dua tahun kemudian. Suku Quraisy, yang populasinya sedikit, dengan cepat mengorganisir suku-suku yang lain, dan kemudian melakukan ekspansi da’wah ke seluruh penghujung dunia yang meliputi wilayah yang sangat luas, sehingga Islam tersebar dan menguasai dunia. Inilah sebabnya, mengapa Umar Bin Khattab merasa keberatan ketika tongkat estafet da’wah akan dipegang oleh kaum anshar, karena dikhawatirkan mereka hanya akan menjadikan Islam sebagai gerakan keagamaan, bukan gerakan, apa yang disebut oleh pengamat barat sebagai, gerakan politik. Kita menyebutnya sebagai, ekspansi da’wah.
Keislaman bangsa mongol diperlukan, yang dimulai sejak masa kepemimpinan hulagu khan, cucu jenghis khan, karena kelak, dari keturunan mereka, akan lahir turki utsmani yang akan kembali menjadikan Islam berkuasa di muka bumi. Sekali lagi, turki utsmani juga memiliki populasi yang sedikit.
Begitulah karakternya, bahwa di dalam organisasi atau komunitas apapun, yang menjadi motor penggerak atau inspirator, jumlahnya hanya sedikit. Populasi kader da’wah juga sedikit, karena memang tidak mungkin semua orang akan direkrut sebagai kader, cukup mereka-mereka yang berkualitas saja. Sebagaimana minoritas kaum yahudi di amerika serikat yang mampu secara efektif mengendalikan pemerintahan tanpa harus menjadi pemimpin, maka, menjadi tidak penting lagi siapa yang akan menjadi walikota tangsel, selama kader da’wah bisa mengendalikan mereka, sehingga, agenda-agenda kebaikan tetap bisa terlaksana.. Meskipun tidak menduduki jabatan sebagai kepala daerah, tetapi setiap orang yang menjadi pejabat daerah, wajib melaksanakan aturan main yang dibuat oleh kader da’wah. Meskipun belum menguasai media, tetapi sebagian besar penulis atau kontributor media, adalah kader da’wah. Meskipun belum menguasai perdagangan, tetapi aturan main dalam perdagangan dibuat oleh kader da’wah, misalnya larangan memonopoli, menimbun, dsb. Meskipun mayoritas masyarakat Islam belum mampu melaksanakan ajaran Islam dengan benar, mereka mempercayakan pendidikan anak-anaknya ke sekolah-sekolah yang dimiliki oleh kader da’wah. Dst, dst.
Ditulis: Selasa, 24 Agustus 2010
No comments:
Post a Comment