Dalam rangka invasi ke jawa timur, sesampainya di kawasan tengger, tim hore berkesimpulan bahwa, rintangan alam, bisa menghambat gerak laju da’wah. Sebagaimana ekspansi mataram Islam dengan mengepung batavia yang mengalami kegagalan akibat wabah penyakit, maka, terisolirnya masyarakat tengger akibat pagar alam berupa gunung-gunung yang tinggi, menyulitkan penyebaran Islam, menjadikan mereka tetap menganut agama hindu. Atau, dulunya, nenek moyang masyarakat tengger tidak tinggal di pegunungan tersebut, namun, karena menghindari pengaruh Islam bagi keturunannya, mereka pindah ke kawasan-kawasan terpencil, hingga sekarang.
Rintangan pemisah, bisa menghasilkan dua wilayah dengan budaya dan ideologi yang sangat berbeda, sebagaimana dahulu bisa dilihat pada berlin barat dengan berlin timur yang dipisah oleh tembok berlin. Pegunungan mueller di pulau kalimantan, membedakan mayoritas masyarakat berkultur Islam terdidik di satu sisi, dan masyarakat berkultur animisme dengan kebiasaan mengayau, memenggal kepala manusia, di sisi yang lain. Pegunungan himalaya, membagi beberapa negara dengan kultur yang berbeda-beda. Terdapat beberapa alasan mengapa para penduduk tidak saling menyeberangi rintangan, untuk saling berkomunikasi. Bila penembak jitu menjadi alasan terputusnya komunikasi di berlin sewaktu tembok pemisahnya masih berdiri, maka kesibukan mencari nafkah sudah cukup menyita waktu dan tenaga, bagi masyarakat yang tinggal di pagar alam berupa pegunungan tinggi, selain karena pegunungan yang tinggi juga sangat sulit untuk didaki. Puncak-puncak di pegunungan himalaya, baru mulai didaki oleh manusia pada awal abad kedua puluh.
Tembok merupakan perisai, untuk mempertahankan diri dari serangan musuh, sebagaimana tembok besar di china, dan juga Dzulqarnain yang membangun tembok penghalang untuk menghambat gerak laju ya’juj dan ma’juj. Dalam perang khandaq, demi untuk mendapatkan keunggulan militer dalam melawan pasukan gabungan kaum kafir, Salman Al Farisi mengusulkan untuk membuat rintangan, berupa parit buatan yang sulit untuk dilewati musuh. Memanfaatkan kondisi geografis untuk mendapatkan keunggulan militer, sebagaimana yang pernah dilakukan oleh pasukan Muslim di perang badar, dengan bermarkas di dekat sumur dan memonopoli airnya, juga dilakukan oleh negara yahudi, israel. Sampai hari ini, israel tidak mau menyerahkan dataran tinggi golan, sebuah tempat yang sangat strategis untuk menempatkan artileri pertahanan yang akan langsung mengancam posisi negara-negara Muslim yang menjadi musuh israel, mesir, suriah, dan lebanon. Keunggulan militer berkat adanya rintangan alam, juga dimiliki oleh negara amerika serikat. Dihalangi oleh samudera-samudera yang luas, negara amerika serikat sulit untuk diserang dari luar oleh negara lain. Pada masa pasukan Islam di bawah pimpinan jenderal Thariq bin Ziyad mulai menginvasi spanyol dan pengaruh Islam bertahan sampai sekitar delapan abad lamanya, gerak laju pasukan Islam dalam memperluas wilayah di eropa tertahan di wilayah di antara kota tour dan poitiers, yang sekarang merupakan bagian dari negara perancis. Pertahanan di wilayah itu sulit untuk ditembus karena kontur tanahnya yang berbukit-bukit, dan di ketinggian itulah benteng-benteng pertahanan dibangun, mirip dengan pertahanan yahudi di khaibar.
Dalam kisah peperangan-peperangan besar, kekuatan alam ikut memiliki peran dalam menentukan kekalahan dan kemenangan. Seluruh komponen di alam semesta adalah pasukan Alloh SWT, yang siap digerakkan untuk membantu peperangan-peperangan yang diikuti oleh rasulullah SAW dan para sahabat, sebagaimana dahulu kerikil panas yang dibawa oleh burung ababil juga telah melumatkan pasukan berkendaraan gajah di bawah pimpinan jenderal abrahah. Angin dingin yang kencang, membantu memorakporandakan kepungan pasukan musuh di dalam perang khandaq. Hujan yang turun pada malam hari menjelang berlangsungnya perang badar, berperan dalam membersihkan dan mensucikan para prajurit Islam serta, memantapkan pijakan kaki mereka. Pada perang dunia kedua, dengan mengambil nama salah satu panglima perang salib yang bermitra dengan raja richard the lion heart, frederich barbarosa, hitler melancarkan serangan ke front timur, ke rusia, dalam sebuah operasi militer berjuluk operasi barbarosa. Begitulah, pemimpin jerman bertubuh kecil itu, dengan dibantu oleh mentri propagandanya, joseph goebbels, berhasil memompa semangat para prajurit jerman setinggi-tingginya, hingga berkobarlah pertempuran di berbagai front. Sesungguhnya, kekuatan militer jerman bukanlah tandingan rusia pada saat itu. Namun, hitler tidak memperkirakan bahwa ganasnya musim dingin di rusia akan mengalahkan balatentara nazi jerman di front timur, selain karena kegigihan tentara merah rusia. Kecepatan gerak tentara jerman yang seolah bagaikan kilat, blitzkrieg, yang menjadi kunci kemenangan tentara jerman di front barat, tidak terjadi di front timur. Kendaraan-kendaraan perang jerman mengalami kemacetan mesin, akibat pelumas yang membeku. Untuk mengencerkan pelumas, para prajurit jerman harus menyalakan api unggun di bawah mesin perang mereka, agar kendaraan-kendaraan perang bisa distarter. Sehingga, muncullah lelucon, bahwa yang mengalahkan pasukan jerman di front timur adalah, jenderal musim dingin, jenderal winter.
Lebih mudah untuk menaklukan rintangan alam, daripada menaklukan hati manusia. Boleh saja negara amerika serikat sulit untuk diserang secara militer, karena diapit oleh dua samudera besar, tetapi, lebih mudah untuk mengukur dalamnya lautan daripada isi hati manusia. Prinsip efisiensi, bisa dipergunakan ketika manusia berhubungan dengan alat atau benda mati, tetapi, prinsip ini tidak bisa dipergunakan di dalam berkomunikasi dengan manusia. Mengendarai mobil di tol purbaleunyi dengan kecepatan 140 km per jam, mampu mengantar kita ke bandung dalam waktu satu jam, bisa diprediksi. Merebus satu liter air dengan energi panas sebesar sekian kalori pada tekanan udara sekian newton akan menghasilkan air mendidih dalam waktu sekian menit, sangat akurat. Ketika manusia menjalin komunikasi dengan manusia, prinsip yang berlaku adalah, prinsip efektifitas. Rata-rata waktu yang dihabiskan oleh para pemudik di rumah orang tuanya ketika mudik lebaran, adalah seminggu. Padahal, pada umumnya, para pemudik merencanakan pulang kampung hanya untuk tiga hari. Seperti biasa, dengan alasan masih kangen, orang tua akan meminta tambahan waktu, agar anaknya menunda kepulangan ke jakarta. Sebagian besar pemudik mengalami kemoloran waktu dari jadwal yang telah direncanakan. Ketika efektifitas hubungan belum tercapai atau belum terpuaskan, dibutuhkan tambahan waktu untuk memenuhinya. Inginnya, para orang tua mengharapkan anaknya tidak usah balik lagi ke jakarta, menunggui mereka melewati masa tua, sebelum wafat. Kisah-kisah kenangan masa lalu kembali diceritakan, berulang-ulang, seakan-akan baru saja diceritakan, padahal sudah ratusan kali diperdengarkan oleh para orang tua kepada anaknya.
Seminggu setelah menikah, pak adil masih harus menebak-nebak jenis rambut isterinya, luruskah, keritingkah, karena sang isteri masih terus mengenakan jilbab, bahkan pada saat tidur sekalipun. Kisah malam pertama terjadi sekitar satu bulan setelah menikah, diwarnai dengan sikap penuh kecanggungan. Komunikasi menjadi enak, efektif, setelah lima tahun menikah, sesudah mereka berdua lebih saling mengenal satu sama lain. Dalam satu hari, pak sujahtra hampir tidak pernah menjadwalkan lebih dari dua pertemuan dengan para kastemer, karena pak sujahtra khawatir, efektifitas tidak tercapai. Waktu pembicaraan seringkali molor dari anggaran semula, dan butuh momen yang sangat tepat bagi pak sujahtra untuk undur pamit, karena harus bertemu dengan kastemer yang satunya lagi, tanpa menyinggung perasaan kastemernya yang masih terus ingin didengarkan.
Ketika berinteraksi dengan manusia, pikiran manusia akan merekam pengalaman yang paling akhir. Pengalaman terakhir yang kurang mengenakkan, akan membentuk pikiran yang negatif atau prasangka buruk. Untuk menghilangkan kesan terakhir yang kurang mengenakkan, dibutuhkan waktu sekurang-kurangnya tiga hari. Waktu akan menyembuhkan. Selebihnya, interaksi harus dipaksakan untuk dilakukan, karena pada dasarnya, semua manusia memiliki fithrah yang baik. Bila dalam waktu tiga hari, luka-luka di hati belum tersembuhkan oleh waktu, maka, diperlukan pihak ketiga untuk mendamaikan. Pihak pendamai ini, diperkenankan untuk berbohong, demi terciptanya perdamaian. Meskipun sudah memaafkan, diperbolehkan untuk menghindari pertemuan, agar kenangan pahit di masa lalu dan energi negatif, tidak terbangkitkan kembali. Rasulullah SAW memaafkan wahsyi, sniper yang mensyahidkan paman Rasulullah SAW, Hamzah ra, namun beliau tidak mau bertemu wahsyi.
Menutupi rasa bersalah akibat jarangnya kesempatan untuk bertemu dengan anak-anaknya, wanita karir supersibuk seringkali membela diri dengan mengatakan bahwa, prinsip yang dipergunakan di dalam berhubungan dengan anak-anaknya adalah kualitas, bukan kuantitas. Artinya, dia berharap akan mendapatkan efektifitas hubungan dengan anak-anaknya, dengan menggunakan waktu yang sangat efisien. Selamat berharap. Inilah rahasianya, mengapa rihlah dan mukhoyyam menjadi bagian dari tarbiyah Islamiyah. Boleh saja rihlah terkesan sebagai kegiatan hura-hura, karena terkadang anggota tim mengekspresikan kegembiraannya melebihi dosis, tetapi, inilah yang disyaratkan oleh khalifah Umar Bin Khattab, untuk saling mengenal anggota tim. Semoga, invasi tiga hari dua malam ke jawa timur, membuat hubungan antar anggota tim, menjadi lebih efektif. Lebih terasa ukhuwwahnya. Bunaken, lombok, raja ampat, danau toba, kerinci, bukittinggi, sudah tidak sabar untuk diinvasi.
No comments:
Post a Comment